Bahkan setelah pengalaman penjara, ia tak pernah berhenti bersuara. Ia mendirikan ECONIT Advisory Group, sebuah lembaga think tank ekonomi, dan bekerja sama dengan beberapa ekonom lainnya seperti Laksamana Sukardi, Arif Arryman, dan M.S. Zulkarnaen.
Rizal Ramli dan timnya menjadi sosok yang tak ragu mengkritik kebijakan pemerintah terkait berbagai isu ekonomi seperti mobil nasional, pupuk, Freeport, dan lainnya.
Pada tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid menunjuknya sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama kepemimpinannya di Bulog selama 15 bulan, Rizal Ramli berhasil melakukan sejumlah terobosan, termasuk restrukturisasi menjadi perusahaan umum dan memberantas korupsi.
Pada Agustus 2000, ia diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Industri, menggantikan Kwik Kian Gie.
Di posisi ini, Rizal Ramli giat meluncurkan 10 program pokok untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meskipun hanya dua bulan menjabat sebagai Menteri Keuangan, ia mencapai banyak hal sebelum akhirnya digantikan oleh Budiono pada Agustus 2001.
Setelah keluar dari pemerintahan, Rizal Ramli terus berkontribusi sebagai komisaris BUMN, termasuk di PT Semen Gresik dan BNI.
Pada tahun 2007, ia berhasil membuat PT Semen Gresik menjadi salah satu BUMN yang paling profitable, meningkatkan laba bersih dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,8 triliun.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman era Kabinet Kerja ini dikenang sebagai tokoh pergerakan mahasiswa, ahli ekonomi, dan politisi yang berdedikasi untuk kemajuan Indonesia.
Internasional juga mengenal kehebatan Rizal Ramli sebagai anggota tim panel penasehat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Meskipun ditawari jabatan Sekretaris Jenderal ESCAP oleh PBB, beliau memilih fokus mengabdi pada negeri tercinta. Riwayat karirnya yang cemerlang mencakup kepemimpinan di Badan Urusan Logistik (Bulog), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.
Pendidikan beliau yang luar biasa dimulai dari S-1 Teknik Fisika di ITB hingga meraih gelar Doktor Ekonomi dari Boston University.
Selamat jalan, Prof. Rizal Ramli. #RIPRizalRamli
Halaman : 1 2






