Namun dari sisi penghasil emisi Sulfur Dioksida (SO2), sektor industri manufaktur menjadi kontributor utama penghasil emisi SO2 yakni sebesar 2.631 ton per tahun atau sebesar 61,9%. Sedangkan posisi kedua penghasil emisi SO2 terbesar ditempati industri energi yaitu 1.071 ton per tahun atau sebesar 25,17%. Sedangkan kendaraan bermotor hanya saja 11% sebesar 493 ton per tahun.
“Penyebab utama tingginya emisi Sulfur Dioksida pada Industri Manufaktur disebabkan penyelenggaraan batu bara yang tersebut menghasilkan emisi SO2 sebesar 64%,” tulis laporan itu.
Laporan itu juga mengkritik kabar bahwa dugaan polusi udara dikarenakan PLTU di area Suralaya yang mana berdiri dalam Cilegon, Provinsi Banten, oleh sebab itu pergerakan angin yang bukan mengarah ke Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bahwa dugaan polusi udara lantaran PLTU Suralaya tak tepat sebab hasil analisis pemantauan tahun 2019 menunjukkan bahwa pergerakan pencemaran ke Selat Sunda bukan ke Jakarta,” tulis pada laporan itu.
Pejabat Buka Suara
Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan Siti Nurbaya juga sempat menjelaskan, polusi udara disebabkan kemarau panjang hingga adanya konsentrasi polutan.
“Ada beberapa faktor antara lain kemarau panjang, kemudian konsentrasi polutan, lalu ada emisi dari transportasi termasuk dari manufaktur industri,” kata Siti saat memberikan keterangan usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo pada Istana Negara, Jakarta, Senin (14/8/2023).
Siti menjelaskan penyebab pencemaran kualitas udara ini disebabkan oleh kendaraan bermotor. Karena dari catatannya, pada tahun 2022 lalu itu ada 24,5 jt kendaraan bermotor lalu 19,2 jt di area antaranya sepeda motor.
“Bahwa penyebab utama pencemaran kualitas udaranya adalah kendaraan,” katanya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







