Sementara itu, untuk kondisi kedua bayinya, sejak lahir sekitar sebulan yang lalu hingga kini masih tetap harus bergantung dengan alat bantu nafas 100% karena kondisinya belum stabil.
Begitu juga, untuk rencana pemisahan, hingga kini, belum ada kepastian dari tim dokter kapan akan dilakukan.
“Sejauh ini pembahasan tentang pemisahan belum ada. Karena dia harus distabilkan dulu, apalagi lahir kurang bulan, sudah gitu ada masalah di jantung dan paru,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapan saya, anak saya dapat lekas sehat agar saya bisa balik bekerja lagi. Karena nggak mungkin mengharapkan bantuan orang saja,” pungkasnya.
Terpisah, Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUPHAM, Rosario Dorothy Simanjuntak, Selasa (14/3/2023) menyebutkan, jika masalah ASI pada bayi kembar siam dempet dada hingga perut tersebut saat ini memang sehari-harinya masih harus dipenuhi oleh ayahnya dengan mencari pendonor.
Sebab, bayi tersebut setelah diberikan susu formula ternyata tidak cocok.
“Jadi hal ini cukup mendesak. Semoga ada yang bisa mendonorkan ASI nya untuk bayi kembar siam ini,” tandasnya.
(cw-1)
Halaman : 1 2






