Kisah Ni Made Sutarini Dimutilasi oleh Suaminya Jadi 10 Bagian, Sempat ingin Pulang ke Bali Hadiri Ngaben

Selasa, 2 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potretsumut.com – Tragedi kelam dari Klungkung! Ni Made Sutarini menjadi korban pembunuhan dan mutilasi oleh suaminya, James Loodewky Tomatala, di Malang. Kisah tragis keluarga yang mengguncang hati.

James Loodewky Tomatala (61) seorang pensiuan BUMN dengan kejam memutilasi istrinya, Ni Made Sutarini (55), di kediamannya di Jalan Serayu, Kelurahan Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang.

Ni Made Sutarini adalah seorang perempuan asal Bali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ni Made Sutarini berasal dari Banjar Banda, Desa Adat Takmung, Klungkung, Bali, dan berusia 55 tahun dengan dua orang anak.

Bendesa Adat Takmung, I Made Wista, menjelaskan bahwa Sutarini menikah dengan James Lodewyk sekitar 30 tahun lalu.

James, atau yang akrab disapa Jimmy, adalah pensiunan PLN yang tinggal di Malang.

BACA JUGA  Luka Bakar 90%, Bocah Korban HP Meledak di Tasikmalaya Meninggal Dunia

“Korban (Sutarini) memiliki dua anak, yang pertama seorang perempuan yang bekerja di Singapura dan yang kedua seorang laki-laki yang bekerja di Bali,” kata Wista seperti dilansir detikBali

Menurut I Made Wista, Sutarini adalah anak kedua dari tiga bersaudara, memiliki satu kakak perempuan dan satu adik laki-laki.

Ni Made Sutarini sebelumnya berencana untuk pulang ke Klungkung pada Rabu (3/1/2024), namun rencana tersebut batal karena ia dibunuh dan dimutilasi oleh suaminya James Lodewyk di Malang pada Sabtu (30/12/2023).

Wista menjelaskan bahwa Sutarini ingin kembali ke kampung halamannya di Banjar Banda, Desa Adat Takmung, Klungkung, karena pada Jumat (5/1/2024) akan diadakan upacara Ngaben oleh sepupu ibu dua anak itu.

Berita Terkait

Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam
Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut
Sidang Prapid Kapolsek Sunggal, Polisi Tak Hadirkan Penyidik, Dugaan Pelanggaran Due Process of Law Disorot
Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia
Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Mudik Lebaran, BKKBN Sumut Buka Posko Konseling Keluarga di Stasiun Medan dan Terminal Amplas
Mahasiswa Unimed Lakukan Pendampingan Psikososial untuk Pulihkan Mental Remaja Korban Banjir di Langkat
Saifullah Fakhreza Shah Resmi Diambil Sumpah sebagai Advokat di Pengadilan Tinggi Medan

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 09:21 WIB

Terkait Wacana Pembebasan Lahan di Galang, Ketua Yayasan Anugerah Insan Residivist Sumut Minta Dikaji Mendalam

Rabu, 22 April 2026 - 13:24 WIB

Perkuat Transparansi Pelayanan Publik, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Audiensi dengan Ombudsman Sumut

Senin, 13 April 2026 - 23:44 WIB

Fakultas Kedokteran UNPRI Berduka, Dokter Andre Budi Tutup Usia

Selasa, 7 April 2026 - 13:04 WIB

Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Sumut Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Senin, 16 Maret 2026 - 15:59 WIB

Mudik Lebaran, BKKBN Sumut Buka Posko Konseling Keluarga di Stasiun Medan dan Terminal Amplas

Berita Terbaru

Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, ST, M.Pd., saat meninjau langsung pelaksanaan hari pertama, menyampaikan bahwa ujian berlangsung selama 10 hari, mulai 21 April hingga 30 April 2026. (Foto: Diva Suwanda)

Pendidikan

17.627 Peserta UTBK-SNBT di Unimed Bersaing Rebut 6.264 Kursi

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:20 WIB