Medan, PotretSumut – Di tengah meningkatnya jumlah penderita diabetes di Indonesia, kita disarankan untuk lebih cermat dalam memilih asupan harian. Manfaat kopi yang tak banyak orang tahu ternyata bisa mencegah diabetes.
Mengkonsumsi kopi hitam tanpa tambahan gula ataupun krimer bisa jadi solusi.
Menurut pakar fisiologi ginjal dan jantung asal Swedia, Prof Mattias Carlström, dalam jurnalnya berjudul Coffee consumption and reduced risk of developing type 2 diabetes: A dose–response meta-analysis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengkonsumsi secangkir kopi dalam sehari menurun risiko diabetes tipe 2 hingga 6 persen.
Nah, menjadi pilihan yang lebih mudah dikonsumsi, jenis Kopi Arabika lebih disarankan mengingat kandungan kafein nya yang lebih ringan.
Kopi Arabika, mengandung antioksidan tinggi, terutama asam klorogenat (chlorogenic acid) yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, menghambat penyerapan glukosa, serta menurunkan risiko lonjakan gula darah setelah makan.
Sementara Kopi Robusta memiliki kandungan kafein lebih tinggi, kopi Arabika lebih ringan dan cenderung lebih mudah dinikmati tanpa tambahan pemanis, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Namun, perlu diketahui untuk membatasi konsumsi kopi harian, idealnya 1–2 cangkir per hari, dan tidak menambahkan gula, susu kental manis, atau sirup yang justru meningkatkan risiko diabetes.
Mengkonsumsi kopi tanpa gula juga bermanfaat untuk membakar lemak.
Hal ini lantaran kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan thermogenesis, yakni proses pembakaran kalori dalam tubuh.
Kemudian kafein juga merangsang pelepasan adrenalin yang membantu mengurai lemak dari lipolisis (jaringan lemak) serta melepaskan lemak ke aliran darah untuk diproses menjadi energi.
Kopi juga terbukti menekan rasa lapar sementara bila dikonsumsi 30 hingga 60 menit sebelum makan.
Namun sekali lagi, untuk mafaat yang seutuhnya kopi sebaiknya dikonsumsi tanpa gula bila tidak ingin manfaatnya hilang. (DIV)
Penulis : Diva Suwanda
Editor : Diva Suwanda






