Medan, PotretSumut – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba di tempat hiburan malam (THM) New Blue Star dan sejumlah barak narkoba di sekitarnya pada 27 Juli 2025.
Pengungkapan ini menjadi salah satu capaian besar kepolisian dalam memberantas narkotika di Sumut.
Operasi yang dipimpin Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SH, SIK tersebut berawal dari laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyelidikan mendalam mengungkap praktik transaksi narkotika yang tertata rapi, bahkan dilengkapi sistem pengamanan berlapis.
Di dalam THM New Blue Star, petugas mengamankan dua pelaku berinisial RZ dan KP serta menyita lima butir pil ekstasi.
Polisi juga menemukan ruangan khusus yang dimodifikasi menjadi loket transaksi narkoba, lengkap dengan kode dan daftar harga.
Tak hanya di THM, penggerebekan berlanjut ke barak-barak narkoba di kawasan perkebunan belakang yang dikenal sebagai Barak Babi dan Barak Kuda.
Dalam serangkaian operasi terpisah, total enam tersangka dari tiga kasus berbeda berhasil ditangkap.
Untuk diketahui, barang bukti yang diamankan antara lain 1,43 kg ganja, 16,02 gram sabu siap edar, 19 bong (alat hisap), 6 unit timbangan elektrik kemudian uang tunai Rp5,5 juta hasil penjualan 2 unit HT (radio komunikasi) untuk koordinasi pengawasan.
“Penemuan HT ini menjadi bukti kuat bahwa jaringan tersebut beroperasi secara sistematis dan berlapis, bahkan setelah beberapa barak sebelumnya dibongkar dan dibakar aparat,” tegas Kombes Calvijn, Selasa (12/8).
Polda Sumut juga telah melayangkan surat resmi kepada Bupati Langkat untuk menutup dan mencabut izin operasional THM New Blue Star Entertainment.
Langkah ini diambil karena lokasi tersebut meresahkan warga, viral di media, dan terbukti menjadi pusat peredaran narkoba.
“Penutupan ini demi mencegah bertambahnya korban penyalahgunaan narkotika, menjaga keamanan, dan memelihara ketertiban di Kabupaten Langkat,” ujar Calvijn.
Publik kini menanti tindakan lanjutan untuk memastikan lokasi tersebut tidak kembali beroperasi, sekaligus menunggu terungkapnya aktor utama di balik jaringan narkoba ini. (*)
Penulis : Redaksi
Editor : Diva Suwanda







