Medan, PotretSumut – Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berbagi pengalamannya tentang perlakuan yang pernah ia terima dari petugas pajak di masa lalu.
Menurut orang nomor wahid di Pemko Medan ini, dulu dirinya pernah merasa ditekan oleh oknum petugas pajak dalam proses pengutipan.
“Kami pernah menjadi wajib pajak, dan kami pernah mengalami bagaimana ditekan-tekan oleh petugas Bapenda. Kejadian ini sekitar 10 atau 15 tahun yang lalu. Ada petugas yang sedikit angkuh, ada yang mintanya memaksa, bahkan ada yang nongkrongi dari pagi sampai malam. Ini tentu butuh diperbaiki,” ujar Rico saat berada di acara Berbagi Untuk Semua dan Buka Puasa Bersama yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan Jalan AH Nasution, Selasa (26/3/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, di hadapan Plt Kepala Bapenda Medan, T Roby Chair, serta jajaran pegawai Bapenda, ia mengingatkan agar petugas pengutipan pajak agar bekerja lebih humanis dan beretika.
Politisi Partai Nasdem ini menekankan pentingnya pola pendekatan yang lebih humanis dalam menjalankan tugas karena Bapenda adalah simbol pelayanan publik dan garda terdepan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD. Sehingga bersikap santun dan persuasif menurutnya menjadi hal utama.
“Tentu ke depan kita butuh pergerakan yang lebih humanis. Petugas pajak harus bisa memberikan pemahaman yang baik kepada wajib pajak sehingga mereka sadar pentingnya membayar pajak tanpa merasa terintimidasi,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Plt Kepala Bapenda untuk memperbaiki sistem komunikasi antara petugas pajak dan wajib pajak. Dengan komunikasi yang lebih baik, masyarakat akan lebih memahami kewajibannya tanpa merasa terbebani.
Perlunya Ketegasan
Meski menekankan pentingnya pendekatan humanis, sebagai Walikota Medan Rico tak menampik ketegasan tetap diperlukan.
“Ketika seseorang membayar pajak, pasti akan muncul pertanyaan, ‘Apa yang diberikan pemerintah kepada saya?’ Jika petugas menunjukkan keangkuhan, tentu akan menjadi problem. Yang dibutuhkan wajib pajak adalah komunikasi yang baik serta perlindungan dari negara,” jelasnya.
Menurutnya pajak seharusnya tidak menjadi momok bagi masyarakat, melainkan kewajiban yang ditunaikan dengan kesadaran.
Untuk itu, dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas dalam membangun komunikasi yang lebih efektif dengan para wajib pajak.
Di akhir sambutannya, Rico memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosial yang diinisiasi oleh Bapenda Kota Medan dalam momentum Ramadan ini.
“Dengan berbagi, kita menciptakan kebahagiaan di hati kita sendiri. Semua ini semata-mata untuk mengejar rahmat dan berkah dari Allah SWT,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung hangat tersebut diisi dengan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. (DIV)
Penulis : Redaksi
Editor : Diva Suwanda







