Ladang Tebu dan 48 Makam Perempuan: Cerita Kelam Dukun AS sang Jagal dari Deliserdang

Selasa, 8 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis kasus pembunuhan Dukun AS

Infografis kasus pembunuhan Dukun AS

Deliserdang, PotretSumutLangit begitu kelabu ketika seorang ibu melapor ke polisi anak gadisnya, Sri Kumala Dewi, tak kunjung pulang.

Dara itu pamit, mengaku hendak melakukan ritual pembersihan diri kepada seorang dukun yang dikenal sakti, di sebuah desa kecil bernama Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumut di tahun 1997 lalu.

Hari-hari berlalu. Kabar tak datang. Tapi naluri sang ibu berkata: ini bukan sekadar kepergian biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelidikan pun dimulai. Polisi menelusuri jejak terakhir Sri, yang mengarah pada rumah seorang pria paruh baya bernama Ahmad Suradji, dikenal luas sebagai “dukun pengganda rezeki” dan “penyembuh batin”.

Rumahnya terletak di tengah ladang tebu yang sunyi dan tampak biasa saja, namun di balik itu menyimpan rahasia paling kelam dalam sejarah kriminal Indonesia.

Tersingkapnya Kuburan Rahasia

Kecurigaan menguat ketika polisi mengamati gundukan tanah mencurigakan di belakang rumah sang dukun. Penggalian dilakukan, dan hasilnya mengguncang siapa pun yang menyaksikan: tubuh Sri Kumala Dewi ditemukan terkubur dalam posisi duduk, wajah menghadap rumah Ahmad Suradji. Tubuhnya mulai membusuk. Mulutnya dipenuhi tanah. Tangannya terlipat di dada.

Temuan itu menjadi titik tolak terbongkarnya kasus pembunuhan berantai yang kelak mengguncang dunia hukum, media, dan masyarakat Indonesia.

Setelah ditangkap pada 30 April 1997, Ahmad Suradji memberikan pengakuan mengejutkan. Ia telah membunuh bukan satu, bukan dua, tapi 48 perempuan sejak tahun 1986.

Semua korban dikuburkan dengan cara yang sama: posisi duduk menghadap rumahnya, sebagai bagian dari ritual kesaktian yang, menurutnya, diperintahkan oleh arwah sang ayah dalam mimpi.

Lebih mencengangkan lagi, sebagian besar korban datang sendiri ke rumah Suradji. Ya, memang dia menarget korbannya yang datang tanpa teman.

BACA JUGA  Pesawat Seulawah Cikal Bakal Penerbangan Perdana Garuda Indonesia

Mereka mencari penyembuhan, jodoh, kelancaran rezeki, dan kebersihan batin. Sebuah keyakinan musyrik yang menyilaukan mata hati dari berkah sang pencipta.

Dengan ritual yang diyakini sakral, mereka ditipu, dicekik, lalu dikuburkan hidup-hidup.

Setelah membunuh, Suradji bahkan meminum air liur para korban, yang diyakininya menambah kekuatan magis.

Tak sendiri, ia dibantu oleh istrinya, Tumini, yang berperan menggiring dan meyakinkan para korban.

Persidangan dan Akhir Hayat Dukun AS

Pengadilan Negeri Lubuk Pakam menjatuhkan vonis mati kepada Ahmad Suradji pada 10 Juli 1998. Namun, pelaksanaan hukuman baru dilakukan sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 10 Juli 2008, di Lapas Tanjung Gusta, Medan.

Ia dieksekusi oleh regu tembak pada dini hari, tanpa penyesalan, tanpa permintaan maaf, dan tanpa kata terakhir yang berarti.

Hingga akhir hidupnya, ia tetap mengklaim bahwa pembunuhan itu adalah bagian dari tugas spiritual, tanpa pernah menyesal sedikitpun

Kasus Ahmad Suradji, atau yang dikenal publik sebagai Dukun AS, menjadi salah satu kasus pembunuhan berantai paling mengerikan di Indonesia. Total 48 perempuan menjadi korban. Ladang tebunya menjadi saksi bisu penderitaan dan kepercayaan yang dikhianati.

Kini, tempat itu kembali sunyi. Tebu tumbuh dan bergoyang seperti biasa. Tapi tanahnya pernah menelan air mata, harapan, dan tubuh-tubuh perempuan yang datang bukan untuk mati, melainkan untuk sembuh.

Dan nama Sri Kumala Dewi akan selamanya tercatat sebagai korban pertama yang ditemukan, sekaligus pemantik pengungkapan kebenaran dari kebohongan besar yang dikubur selama lebih dari satu dekade. (*)

 

Penulis : Diva Suwanda

Editor : Diva Suwanda

Berita Terkait

Pesawat Seulawah Cikal Bakal Penerbangan Perdana Garuda Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 8 Juli 2025 - 12:03 WIB

Ladang Tebu dan 48 Makam Perempuan: Cerita Kelam Dukun AS sang Jagal dari Deliserdang

Jumat, 4 Juli 2025 - 11:10 WIB

Pesawat Seulawah Cikal Bakal Penerbangan Perdana Garuda Indonesia

Berita Terbaru

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Utara dan XLSMART menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di Dusun Anggrek, Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang Sabtu (13/12/2025). (Foto: Diva Suwanda)

Nasional

FJPI Sumut dan XLSMART Salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang

Minggu, 14 Des 2025 - 21:03 WIB