Potretsumut.com, Jakarta – Coldplay, band rock Inggris akan menyelenggarakan konser pada Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta pada 15 November 2023. Konser mereka kali ini bertajuk Music of The Spheres World Tour 2023.

Sebagai band yang digunakan sudah berusia lebih besar dari 20 tahun, Coldplay dijuluki sebagai The Most Successful Band of the 21st Century.

Ada banyak lagu milik Coldplay yang digunakan sangat populer di area kalangan rakyat dunia, seperti Viva la Vida, Fix You, Yellow, The Scientist, juga masih banyak lagi.

Selain melalui karya seni lalu penampilan panggung, Coldplay juga terlibat dalam membantu berbagai badan amal, termasuk Amnesty International, Make Poverty History, lalu Oxfam, menunjukkan komitmen mereka untuk menciptakan dampak positif di area seluruh dunia.

Di balik gemerlap panggung juga lagu-lagu populer, Coldplay juga menciptakan jejak dukungan yang digunakan konsisten terhadap Palestina. Berikut adalah fakta-fakta Coldplay yang dimaksud dukung Palestina:

1.Mendukung Palestina Sejak 2011

Coldplay sudah sejak lama menyatakan dukungannya untuk Palestina. Setidaknya, dukungan pertama band jika Inggris itu terlihat pada tahun 2011 silam.

Saat itu, akun resmi Coldplay dalam Facebook menyerukan kepada pengikutnya untuk mendengarkan lagu berjudul Freedom for Palestine, sebuah lagu yang diinisiasi gerakan One World.

Dilansir dari Washington Post, tautan yang disebut diprotes penggemar mereka itu yang digunakan pro-Israel.

Dalam waktu kurang dari sehari, terdapat 12.000 komentar di tempat unggahan tersebut, termasuk ancaman boikot lalu pembentukan kelompok dalam Facebook yang menuntut permintaan maaf kepada Israel.

Reaksi terhadap tautan Freedom for Palestine tidaklah semata-mata berasal dari penggemar pro-Israel.

Fans yang digunakan menyokong Palestina juga terlibat bersuara, menyuarakan pendapat dia melalui komentar seperti “Zionism is racism” serta “Israel is an apartheid state.”

Akibat kontroversi ini, tautan video yang bahkan diblokir oleh Facebook setelah beberapa pengguna melaporkannya sebagai “abusive.”

2.Kunjungan ke Palestina dan juga Kolaborasi dengan Le Trio Joubran

Pada 2017, Coldplay mengunjungi Palestina lalu berkolaborasi dengan band lokal bernama Le Trio Joubran. Kolaborasi Coldplay lalu Le Trio Joubran menghasilkan sebuah lagu berjudul Arabesque.

Berdasarkan informasi kredit lagu dari Spotify, lagu hal itu ditulis oleh Chris Martin, Drew Goddard, Femi Kuti, Guy Berryman, Jonny Buckland, Paul Van Haver dan juga Will Champion.

3.Pidato Sollidaritas saat Konser di area Yordania

Dilansir dari VOI, Coldplay kembali menyatakan dukungannya kepada Palestina pada 2019. Dukungan itu dinyatakan saat menggelar konser di area Amman, Yordania. Saat itu, Chris Martin diminta manusia penggemar untuk menyanyikan sebuah lagu untuk korban perang di area Gaza, Palestina.

Martin bukan semata-mata memenuhi permintaan hal tersebut tetapi juga menyampaikan pidato solidaritas yang tersebut mencerminkan keyakinannya akan hak hidup setiap manusia kemudian penolakannya terhadap segala bentuk penindasan.

“Saya percaya setiap manusia memiliki hak hidup. Saya tak setuju dengan penindasan dalam bentuk apapun,” kata Chris Martin dalam pidatonya.

Sumber: Tempo.co