Kasus Penistaan Agama: Galih Loss Ditahan dan Dijerat dengan Pasal UU ITE, Menghibur atau Melanggar?

Jumat, 26 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus penistaan agama pada konten TikTok Galih Loss, Jumat (26/4/2024)

Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus penistaan agama pada konten TikTok Galih Loss, Jumat (26/4/2024)

Potretsumut.comTiktoker Galih Loss hanya bisa menunduk saat dipaparkan Polda Metro Jaya terkait kasus penistaan Agama. Selain itu, Galih Loss yang biasa membuat konten prank di Media Sosial, juga tampak botak saat dilakukan pemaparan.

Tiktoker yang bernama lengkap Galih Noval Aji Prakoso, ditangkap di Polda Metro Jaya atas kasus penistaan agama yang terjadi di media sosial.

Kejadian tersebut menimbulkan kegaduhan di jagad maya, namun saat ditanya mengenai motif di balik konten yang menciptakan kontroversi tersebut, Galih menyatakan bahwa tujuannya semata untuk menghibur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dilakukan dengan tujuan menghibur. Saya menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut dan saya akan buat video yang positif lagi kedepannya,” ungkap Galih Loss di Polda Metro Jaya pada Jumat (26/4/2024).

Hal serupa juga diungkapkan oleh Wadirreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Hendri Umar, yang menegaskan bahwa saat membuat konten tersebut, Galih Loss tidak memikirkan konsekuensi panjang yang mungkin timbul, sehingga berujung pada tuduhan penistaan agama.

BACA JUGA  Bawaslu RI, OTT Komisioner Bawaslu Medan Coreng Nama Baik

“Murni dilakukan untuk menghibur netizen dan berusaha mendapatkan dukungan. Dia tidak berpikir terlalu panjang hingga dibuatlah konten yang menimbulkan dugaan penistaan agama,” jelas AKBP Hendri Umar.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Galih Loss akhirnya mengeluarkan permintaan maaf atas kegaduhan yang tercipta di media sosial.

“Saya ingin meminta maaf kepada seluruh umat Muslim atas perbuatan yang telah saya lakukan dan kegaduhan yang tercipta di media sosial. Saya meminta maaf sebesar-besarnya,” ucap Galih Loss.

Dia juga menyatakan penyesalannya atas perbuatannya dan berjanji untuk membuat konten yang lebih positif agar dapat memberikan hiburan yang sehat bagi masyarakat.

“Saya menyesal dan saya meminta maaf. Saya akan membuat konten yang lebih positif di masa yang akan datang,” tandasnya.

BACA JUGA  Polda Metro Jaya Tetapkan Ketua KPK Tersangka Pemerasan SYL

Galih Loss, yang terkenal dengan konten-konten pranks dan tanya jawab di media sosial, akhirnya terjerat dalam status tersangka setelah kontennya yang menghadirkan anak kecil dan tebak-tebakan hewan yang bisa mengaji dianggap sebagai penistaan agama. Jawaban dari tebakannya, yakni kalimat ta’awudz, menjadi pemicu kontroversi tersebut.

Saat ini, Galih Loss telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Penangkapannya dilakukan di rumah pacarnya di hadapan calon mertuanya di kawasan Setu, Kabupaten Bekasi, pada Senin (22/4/2024) sekitar pukul 23.00 WIB.

Galih Loss dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Pasal 156 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Kejadian ini memberikan pelajaran penting akan batasan-batasan dalam berkreasi di dunia digital serta pentingnya kesadaran akan dampak dari setiap tindakan yang diambil di ruang publik daring.

Semoga kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. (*)

Berita Terkait

DLH Prov Sumut Diminta Tutup Tambang Galian C Ilegal di Wampu Langkat
Ikatan Wartawan Online Kota Binjai Audensi Dengan IPK Binjai
Seribuan Kader Grib Binjai Sukseskan Pelantikan Samsul Tarigan Jadi Ketua Grib Sumut 2024-2029
Demokrat Binjai Belum Tentukan Calon Yang Di Usung di Pilkada Binjai 2024
HUT Kota Medan: Mengenal Lebih Dekat Sosok Guru Patimpus Sembiring Pelawi
6 Fakta Unik Kota Medan, Salah satunya Hattrick Wali Kota Medan Tersandung Kasus Korupsi
Polri Ungkap Kasus Sindikat Judi Online di 1XBET, W88, dan Liga Ciputra
Survei Kepercayaan Polri Menuai Komentar Julid dari Netizen

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 13:06 WIB

DLH Prov Sumut Diminta Tutup Tambang Galian C Ilegal di Wampu Langkat

Sabtu, 6 Juli 2024 - 09:40 WIB

Ikatan Wartawan Online Kota Binjai Audensi Dengan IPK Binjai

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:30 WIB

Seribuan Kader Grib Binjai Sukseskan Pelantikan Samsul Tarigan Jadi Ketua Grib Sumut 2024-2029

Rabu, 26 Juni 2024 - 06:32 WIB

HUT Kota Medan: Mengenal Lebih Dekat Sosok Guru Patimpus Sembiring Pelawi

Rabu, 26 Juni 2024 - 06:08 WIB

6 Fakta Unik Kota Medan, Salah satunya Hattrick Wali Kota Medan Tersandung Kasus Korupsi

Berita Terbaru

Bola & Sports

5 Fakta Menarik Menjelang Duel Raksasa: Spanyol vs Jerman

Jumat, 5 Jul 2024 - 01:04 WIB